Pengikut

13 Sep 2012

Dunia Melayu(catatan ulamak)


TEUKU Umar Johan Pahlawan (kiri) yang memimpin perang jihad fisabillah menentang penjajahan Belanda.


HINGGA penghujung tahun 1880-an Masihi, belum dijumpai takrif tentang istilah Melayu dalam pelbagai aspek oleh putera dunia Melayu sendiri, kecuali hanya dibicarakan oleh Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani dalam banyak tempat yang secara terpisah.
Sebelum membicarakan pelbagai aspek peradaban dunia Melayu, penulis petik kembali kalimat Sheikh Ahmad al-Fathani yang beliau tulis dalam bahasa Arab dan pernah diterjemah dan dimuat dalam buku Hadiqatul Azhar war Rayahin: Asas Teori Takmilah Sastera Melayu Islam, jilid 1.Petikan itu ialah:
"Iaitu kesatuan semua bangsa Melayu, al-Malayuwiyah itu dibangsakan kepada Milayu, dengan baris di bawah (kasrah) huruf Mim, atau baris di atas (fathah) dan baris depan (dhammah) huruf Ya'. Mereka adalah kelompokatawa segolongan besar manusia. Negeri-negeri mereka adalah sesubur-subur negeri dunia.
"Negeri Melayu itu terletak di antara negeri India dan Cina. Adalah alam Melayu itu terdiri dari kebanyakan pulau yang terpencar-pencar atau terpisah-pisah. Pakar/ ahli ilmu geografi mengibaratkan bahawa alam Melayu itu adalah sebahagian daripada negeri-negeri India-Cina.
"Orang-orang Hijaz/Arab dan selain mereka menamakan Melayu dan bangsa-bangsa di wilayah-wilayah itu dengan sebutan "Jawah", iaitu satu golongan manusia di satu pulau yang besar di sana. Orang Melayu bukanlah daripada orang Jawa.

10 Sep 2012

Bacalah 2...


Bacalah ayat-ayatNya

Berikut sekelumit pernyataan dan pertanyaan dari seorang kawan
Kesepakatan ulama, tidak pernah ada dalil kuat yang mengatakan itu bersifat final dan mengikat serta tidak perlu lagi dipertanyakan.
Adalah pembatasan, kemampuan daya nalar dan lain sebagainya adalah belenggu kreatifitas, hanya akan mengungkung umat dari persoalan yang makin mengglobal…
Kata dan opini tidak perlu lagi adalah vonis  yang salah, buat apa manusia sekarang di beri akal, fikiran dan otak jika hanya jadi hiasan biar di sebut ‘manusia’
Apakah tidak bakal ada lagi ulama modern yang pemikirannya menyamai atau melebihi 4 imam mujtahid mutlak ?
Apakah anda mendahului sunnatullah, bagaimana jika Allah berkehendak dan itu pasti
Hanya orang-orang yang terbuai dan terpaku dengan ‘zona nyaman’ yang menolak perubahan dan pemikiran baru tentang islam selama tidak bertentangan dan sejalan dengan Al Qur’an

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh kawan di atas, maka beliau termasuk mereka yang memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan kemampuan nalar / logika atau akal pikiran.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad)
Ibnul Mubarak berkata: ”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 )
Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda…”Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi)